Setiap obyek wisata memiliki keunikan masing-masing termasuk museum. Museum adalah salah satu obyek wisata yang
memiliki daya tarik tersendiri dikarenakan berbagai koleksi yang dipamerkan
memiliki berbagai macam latar belakang. Setiap obyek wisata termasuk museum
pasti memiliki sejarah masing-masing misalnya Museum Mpu Tantular yang saya
kunjungi bersama teman-teman dan dosen pada hari Sabtu tanggal 6 Mei 2017.
Awalnya
Museum Mpu Tantular ini bernama Stedelijk
Historisch Museum Soerabaia yang didirikan oleh Godfried von Faber pada
tahun 1933 dan
diresmikan pada tanggal 25 Juli 1937.
Kemudian museum dikelola oleh Yayasan Pendidikan Umum dan dibuka secara umum
tanggal 23 Mei 1972 dan diresmikan dengan nama "Museum Jawa Timur"
yang kemudian diserahkan ke Lembaga Kebudayaan ini kepada Pemerintah Daerah
Provinsi Jawa Timur.
Selanjutnya museum Jawa Timur diresmikan dengan nama "Museum Negeri
Jawa Timur Mpu Tantular" yang terletak di Jalan Pemuda 3 Surabaya.
Dikarenakan bertambahnya koleksi pada pertengahan tahun 1975, museum ini
dipindahkan ke tempat yang lebih luas yaitu di Jalan Taman Mayangkara No. 6
Surabaya, yang diresmikan pada tanggal 12 Agustus 1977 oleh Gubernur Jawa Timur Sunandar Priyosudarmo.
Selanjutnya pada tanggal 14 Mei 2004 menempati lokasi tetap di Jl. Raya
Buduran, Sidoarjo (sebelah barat Jembatan Layang Buduran). Sekarang, Museum Mpu
Tantular dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata UPT. Museum Negeri Mpu
Tantular.
Museum Mpu Tantular sendiri memiliki visi mewujudkan masyarakat yang
cinta dan bangga terhadap budaya sendiri dan misi yaitu mengoptimalkan tugas
dan fungsi museum sebagai tempat wisata budaya secara komunikatif, produktif,
inovatif, ekonomis dan nyaman kepada masyarakat umum.
Museum Mpu Tantular ini terletak di Jl.
Raya Buduran - Jembatan Layang,
Prasung, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur 61252.
Google Maps
Museum ini buka setiap hari Selasa -
Minggu. Untuk jam operasional, museum ini memiliki jam operasional yang berbeda
setiap harinya.
Berikut jadwal jam kunjung museum :
Selasa - Kamis : 08.00 WIB – 15.00 WIB
Jumat : 08.00 WIB – 14.00 WIB
Sabtu : 08.00 WIB – 12.30 WIB
Minggu : 08.00 WIB – 13.30 WIB
* Senin dan hari libur nasional pameran tutup
* Khusus Senin pameran tutup, pelayanan administrasi buka)
Sedangkan untuk harga tiket karcis masuk pengunjung perorangan dan rombongan berbeda.
* Khusus Senin pameran tutup, pelayanan administrasi buka)
Sedangkan untuk harga tiket karcis masuk pengunjung perorangan dan rombongan berbeda.
Harga tiket masuk perorangan :
Rp. 4000 untuk orang dewasa
Rp. 3000 untuk anak dengan usia di bawah
12 tahun
Harga tiket masuk rombongan (minimal 10
orang) :
Rp. 3000 untuk orang dewasa
Rp. 2000 untuk anak dengan usia di bawah
12 tahun
![]() |
| Karcis rombongan dewasa |
Di Museum Mpu Tantular terdapat banyak
koleksi benda bersejarah, baik itu dalam bidang sejarah, budaya hingga ilmu
pengetahuan dan teknologi. Koleksi pertama yang menarik perhatian saya adalah Wayang
Beber. Wayang Beber merupakan jenis pertunjukkan wayang yang dimainkan secara berbeda
dari wayang biasanya. Perbedaannya dapat diketahui dari dalang yang akan duduk
bersimpuh dan membuka (membeberkan) gulungan yang berisi gambar wayang sesuai
urutan cerita. Pertunjukkan wayang ini juga diiringi oleh alat musik gamelan,
sehingga membuat pertunjukkan lebih menarik untuk dilihat. Koleksi ini menarik
perhatian saya karena gambarnya yang detail serta pemilihan warna yang terang memberikan
kesan unik.
Selain Wayang Beber, seni membatik juga
menarik perhatian saya karena batik sendiri memiliki motif dan pemilihan warna yang
beragam dengan ciri khas masing-masing setiap daerah dan beberapa diantaranya
memiliki makna simbolis tertentu mengenai pesan kehidupan. Membatik adalah kegiatan
melukis di atas kain dengan menggunakan alat yang bernama canting dan malam
(lilin). Pada awalnya, batik memiliki motif dan pewarnaan yang sederhana seperti
motif geometris dan penggunaan warna berdasarkan warna yang dihasilkan oleh tumbuh-tumbuhan
misalnya merah dari buah soga dan warna biru dari indigo. Sekarang, motif batik
telah berkembang dan variasinya bertambah dengan pemilihan warna yang lebih
beragam seperti kuning, cokelat, biru, merah, hijau, dan sebagainya. Saat ini,
batik sudah mulai dikembangkan dan dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia sebagai
sebuah karya seni dan sudah digunakan oleh berbagai kalangan mulai dari anak-anak,
mahasiswa, hingga masyarakat luas Indonesia dan masyarakat luar negeri baik itu
sebagai baju, celana, sarung, selendang, dan masih banyak lagi. Kain yang
digunakan untuk membatik pun juga beragam mulai dari kain dengan kualitas yang
sedang hingga kualitas terbaik yang tentunya akan memengaruhi tingginya harga jual
kain batik tersebut.
Saat saya memasuki wilayah Museum Mpu
Tantular, saya akan disuguhkan pemandangan yang indah serta taman yang luas
dengan beberapa bangunan. Bangunan-bangunan tersebut diantaranya adalah sebuah
joglo, gedung 1 (pameran tetap), gedung 2 (Von Faber), gedung 3 (koleksi tuna
netra), dan beberapa bangunan lainnya.
Di depan
Gedung 1, terdapat 4 patung yang menghadap ke arah utara, selatan, timur, barat
dan setiap patung menunjukkan gerakan tangan yang berbeda. Ketika memasuki
gedung 1, terdapat counter di seberang pintu masuk dan papan penjelasan di
sebelah kanan pintu. Gedung 1 ini terdiri dari 2 lantai yang pada lantai 1
berisi mengenai informasi museum dan koleksi peninggalan bersejarah mulai dari
Zona Prasejarah, Zona Klasik, hingga Zona Kolonial & Kemerdekaan. Pada Zona
Prasejarah berisi macam-macam bebatuan, fosil, peralatan batu & logam, dan sebagainya.
Sedangkan pada Zona Klasik terdapat koleksi alat upacara Hindu-Buddha, koleksi
peninggalan Majapahit, arca perunggu, prasasti, dan sebagainya. Di Zona
Kolonial & Kemerdekaan terdapat berbagai koleksi senjata, keramik, benda
etnografi, dan sebagainya.
Sedangkan
di lantai 2 terdapat koleksi Zona Von Faber dan ruang peraga IPTEK. Koleksi di
Zona Von Faber meliputi koleksi sepeda (kayu hingga motor uap), miniatur
pesawat, alat musik, dan sebagainya. Sedangkan untuk ruang peraga IPTEK
terdapat koleksi tokoh-tokoh penemu, kelistrikan, cermin, dan sebagainya.
Beberapa koleksi gedung 1 lantai 1
Beberapa koleksi gedung 1 lantai 2
Dari Gedung Koleksi Tetap lantai 2, saya
dan rombongan berjalan menuju Gedung Von Faber melalui sebuah jalan yang
terdapat koleksi prasasti batu di bagian kanan dan kiri jalan. Gedung Von Faber
lantai 2 berisi berbagai koleksi kesenian seperti wayang, gamelan, Reog
Ponorogo, dan sebagainya. Sedangkan di Gedung Von Faber lantai 1 merupakan
ruang pemutaran film dokumentasi museum dan dikelilingi oleh koleksi pengantin
tradisional Jawa Timur.
Ruang pemutaran film dokumentasi museum
Kondisi Museum Mpu Tantular saat
saya berkunjung yaitu lingkungan yang bersih dan koleksi-koleksi yang dimiliki
sudah tertata dengan rapi dan dikelompokkan berdasarkan zona-zona tertentu
serta disetiap lantainya sudah terdapat panduan tata tertib bagi pengunjung
museum. Selain itu, alat ilmu pengetahuan di gedung pameran lantai 2 beberapa dapat
digunakannya seperti alat tekanan
uap namun terdapat beberapa alat yang tidak dapat digunakan seperti alat untuk
mencari informasi mengenai ilmu pengetahuan. Terdapat beberapa papan
informasi koleksi yang diletakkan di atas lemari koleksi membuat pengunjung anak-anak
tidak dapat membaca informasi dengan jelas dan terdapat beberapa papan
informasi yang tulisannya sudah memudar sehingga tidak terbaca.
Museum Mpu Tantular merupakan
salah satu museum yang menarik karena memiliki tempat yang terawat dan taman
yang luas, bersih serta indah sehingga menambah minat pengunjung untuk memasuki
gedung-gedung koleksi. Selain pemandangan yang indah, petugas-petugas museum
juga ramah dan sopan saat melayani pengunjung yang terlihat ketika terdapat
pengunjung lain yang datang dan petugas menjelaskan hal yang kurang dimengerti.
Informasi-informasi yang tertera sudah lengkap dan cukup jelas baik informasi
mengenai visi-misi, tujuan, dan mengenai museum itu sendiri maupun informasi
mengenai koleksi-koleksi yang dimiliki.
Di sisi lain, akses untuk menuju ke lokasi
museum cukup sulit dikarenakan kurangnya jumlah papan penunjuk arah dan jalan
yang sempit serta bebatuan. Selain itu, jumlah toilet di sekitar gedung sedikit
dan lokasinya berjauhan, jumlah tempat berteduh juga kurang, dan ada beberapa
alat ilmu pengetahuan yang tidak terdapat penjelasan dan nama dari alat-alat
tersebut.
Museum Mpu Tantular sendiri memiliki banyak fungsi bagi masyarakat, diantaranya :
1. Meningkatkan rasa nasionalisme
Museum Mpu Tantular sendiri memiliki banyak fungsi bagi masyarakat, diantaranya :
1. Meningkatkan rasa nasionalisme
Dengan adanya museum ini, masyarakat bisa lebih mengapresiasi keragaman budaya yang dimiliki yang dibuktikan dengan keberagaman koleksi di museum.
2. Sebagai obyek wisata
Museum merupakan sebuah obyek wisata yang memberikan informasi mengenai fungsi koleksi warisan budaya yang ada. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk lebih mengetahui dan memahami mengenai asal-usul, keberagaman, dan perkembangan suatu kebudayaan.
3. Pengenalan budaya dan penikmatan kesenian
Masyarakat yang mengunjungi museum ini dapat melihat berbagai macam koleksi dari berbagai daerah sehingga mereka dapat memperoleh pengetahuan baru mengenai budaya Indonesia dan menikmati seni yang terkandung dalam koleksi tersebut.
4. Sebagai suaka alam dan budaya
Museum juga berfungsi sebagai tempat untuk merawat, menyimpan, dan memajang koleksi bersejarah yang ada sehingga kondisi dari koleksi tersebut bisa tetap terjaga dan terawat.
5. Media pembinaan pendidikan sejarah, seni, dan ilmu pengetahuan
Dengan mengunjungi Museum Mpu Tantular, tentunya akan menambah pengetahuan masyarakat baik dari pengetahuan tentang sejarah seperti fosil, peralatan, dan sebagainya, seni yaitu baju adat, wayang, dan sebagainya, hingga ilmu pengetahuan misalnya mengenai listrik (rangkaian seri-paralel), tokoh-tokoh ilmuwan, dan sebagainya.
Secara keseluruhan, Museum
Mpu Tantular tergolong museum yang cukup bersih dan rapi namun alangkah baiknya
bila disetiap lantai terdapat petugas yang memberi informasi sehingga jika pengunjung
tidak ingin menggunakan jasa pemandu khusus namun ingin mengetahui mengenai
suatu koleksi dapat bertanya kepada petugas tersebut dan beberapa papan
informasi yang tulisannya sudah memudar diganti dengan yang baru serta
penambahan toilet di sekitar gedung.
Berikut foto-foto saat saya berada di
museum :











Tidak ada komentar:
Posting Komentar